
Iklan Digital (Paid Ads)
Retargeting dan lookalikeRetargeting and lookalike audiences
← Semua layanan ALLMAR DigitalAll ALLMAR Digital services
Jawaban singkatShort answer
Retargeting dan lookalike adalah layanan ALLMAR Digital.Retargeting and lookalike audiences is a service by ALLMAR Digital.
Sebagian besar pengunjung situs atau toko online pergi tanpa membeli. Mereka bukan tidak tertarik, sering kali hanya belum siap, terdistraksi, atau ingin membandingkan dulu. Jasa iklan retargeting membantu Anda menyapa kembali orang-orang ini dengan pesan yang sesuai, sementara audiens lookalike membantu menemukan orang baru yang mirip dengan pelanggan paling bernilai Anda.
Kedua teknik ini sering disebut bersamaan karena sama-sama memanfaatkan data audiens yang sudah Anda miliki. Bedanya, retargeting menjangkau orang yang pernah berinteraksi, sedangkan lookalike mencari orang yang belum mengenal Anda tetapi berprofil serupa.
Cara Kerja Retargeting
Retargeting, yang di Google disebut remarketing, bekerja dengan menandai orang yang pernah melakukan tindakan tertentu: membuka situs, melihat produk, menambahkan ke keranjang, menonton video, atau berinteraksi dengan akun Instagram. Penandaan ini dilakukan lewat pixel atau tag di situs, atau lewat data interaksi di platform.
Dari situ dibuat kelompok audiens yang berbeda. Orang yang hanya membuka beranda menerima pesan pengenalan, sementara orang yang meninggalkan keranjang menerima pengingat produk yang mereka lihat beserta jawaban atas keraguan umum, misalnya soal pengiriman atau garansi.
Cara Kerja Lookalike Audience
Lookalike di Meta, atau fitur serupa di platform lain, mengambil sebuah audiens sumber seperti daftar pembeli atau pengunjung yang melakukan pembelian, lalu mencari pengguna lain dengan pola perilaku yang mirip. Kualitas hasilnya sangat bergantung pada kualitas sumber. Daftar pembeli yang benar-benar membayar umumnya menghasilkan audiens yang lebih relevan daripada daftar pengikut biasa.
Apa Saja yang Dikerjakan dalam Jasa Iklan Retargeting
- Audit data yang tersedia. Memeriksa apakah pixel dan peristiwa konversi sudah terpasang dan mencatat dengan benar.
- Pemetaan perjalanan pelanggan. Menentukan tahap-tahap yang relevan, dari pengunjung baru hingga pembeli lama.
- Pembuatan segmen audiens. Menyusun audiens berdasarkan tindakan dan rentang waktu, termasuk pengecualian pembeli yang baru saja membeli.
- Penyusunan pesan per segmen. Menyiapkan materi berbeda untuk tiap tahap, bukan satu iklan untuk semua.
- Pengaturan frekuensi. Membatasi seberapa sering iklan muncul agar tidak mengganggu.
- Pengujian lookalike. Mencoba beberapa sumber dan ukuran audiens, lalu membandingkan hasilnya.
Syarat Data dan Persiapan
- Pixel atau tag yang aktif di situs, atau aktivitas yang cukup di akun media sosial.
- Jumlah pengunjung atau interaksi yang memadai; audiens yang terlalu kecil sulit dijangkau atau tidak bisa dipakai.
- Daftar pelanggan bila ingin mengunggah audiens khusus, dengan dasar persetujuan yang jelas.
- Katalog produk bila ingin menampilkan iklan dinamis berisi barang yang dilihat pengunjung.
Privasi dan pelindungan data
Mengunggah daftar nomor atau email pelanggan ke platform iklan menyangkut data pribadi. Di Indonesia, pemrosesan data pribadi diatur dalam UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Pastikan Anda memiliki dasar pemrosesan yang sah, kebijakan privasi di situs menjelaskan penggunaan cookie dan pixel, serta data diunggah dalam bentuk yang disandikan sesuai fitur platform.
Kesalahan Umum dalam Retargeting
- Terus menayangkan iklan kepada orang yang sudah membeli.
- Frekuensi terlalu tinggi sehingga calon pembeli merasa dikejar.
- Pesan yang sama untuk pengunjung baru dan orang yang hampir membeli.
- Membuat lookalike dari audiens sumber yang terlalu kecil atau tidak berkualitas.
Contoh Urutan Pesan Retargeting
Bayangkan toko perlengkapan bayi. Pengunjung yang hanya membaca artikel di blog menerima iklan berisi panduan memilih produk. Pengunjung yang melihat halaman stroller tertentu menerima iklan produk tersebut beserta ulasan fitur. Orang yang sudah memasukkan barang ke keranjang menerima pengingat dengan informasi pengiriman dan cara pembayaran.
Setelah membeli, pelanggan dikeluarkan dari audiens tersebut dan dipindahkan ke segmen pembeli. Mereka bisa menerima iklan produk pelengkap setelah jeda waktu tertentu. Urutan seperti ini terasa membantu, bukan memaksa.
Waktu dan Faktor Biaya
Retargeting bisa mulai berjalan begitu audiens terkumpul, sedangkan lookalike perlu pengujian beberapa minggu untuk mengetahui sumber mana yang paling efektif. Biaya jasa dipengaruhi jumlah platform, banyaknya segmen dan materi, serta apakah pelacakan perlu diperbaiki terlebih dahulu. Anggaran iklan dibayar terpisah ke platform.
Tips Memilih Penyedia Jasa Remarketing
Pilih penyedia yang memulai dari pemeriksaan data, bukan langsung membuat iklan. Tanyakan bagaimana mereka mengatur pengecualian dan frekuensi, serta bagaimana mereka memperlakukan data pelanggan Anda.
Bila Anda ingin pengunjung yang belum membeli disapa kembali dengan cara yang relevan dan tetap menghormati privasi, tim ALLMAR Digital dapat membantu menyusun segmen audiens, materi, dan pengukurannya.
Most people who visit your website or watch your video will not buy the first time. Retargeting ads in Indonesia let you show a relevant follow-up message to those people on Instagram, Facebook, Google, YouTube or TikTok, while lookalike audiences help you find new customers who resemble your existing ones. Together they often deliver the lowest cost per sale in a paid advertising account, provided they are set up with care.
This guide explains how both techniques work, what Indonesian privacy rules mean for them and how ALLMAR Digital builds them for foreign-owned businesses.
How retargeting ads in Indonesia work
Retargeting relies on signals collected from people who have already interacted with you. A tracking pixel on your website, an app software development kit, video views, Instagram profile visits or a customer list can all create an audience. You then show those people ads tailored to where they stopped: a reminder of the product they viewed, an answer to a common objection or an invitation to chat on WhatsApp.
In Indonesia, where many buyers compare options in chat before deciding, retargeting is especially useful. Someone who clicked an ad but did not message you can be reminded a few days later with a short, factual message about delivery times, payment options or a simple product demonstration.
Useful retargeting segments
- Visitors who viewed a product or service page but did not enquire.
- People who added to cart or started a form but did not finish.
- Viewers who watched at least half of a video ad.
- Past customers, for repeat purchases or complementary services.
- People who engaged with your Instagram or Facebook account in the last few months.
What lookalike audiences add
A lookalike audience starts from a source group, such as your best customers or people who completed a purchase, and asks the platform to find others in Indonesia with similar characteristics. Meta and TikTok offer lookalike features directly, while Google uses similar signals through its own audience tools. The quality of the source matters more than its size: a clean list of real buyers usually outperforms a large list of casual website visitors.
With broad automated targeting becoming more powerful, lookalikes are not always necessary. We test them alongside broad audiences and keep whichever performs better for your account.
Privacy and consent in Indonesia
Indonesia's Personal Data Protection Law (Law No. 27 of 2022) sets rules for collecting and processing personal data, including obtaining a valid basis for using it. If you upload customer phone numbers or emails to an advertising platform, you need to be confident you are allowed to use them for that purpose. Your website should also carry a clear privacy notice explaining the use of cookies and tracking. We help you set up the technical side and point out where your privacy wording may need legal review.
How ALLMAR Digital sets it up
- Tracking audit. We check that pixels and events are firing correctly on your site, because retargeting depends on accurate data.
- Audience design. We create segments by behaviour and time window, for example visitors in the last 7, 30 and 90 days.
- Message mapping. Each segment gets a message matched to its stage, rather than the same ad shown to everyone.
- Frequency control. We cap how often people see your ads, so retargeting feels helpful instead of intrusive.
- Exclusions. Recent buyers are removed from acquisition campaigns so you do not pay to reach them again unnecessarily.
- Lookalike testing. We build lookalikes from your strongest source lists and compare them against broad targeting.
- Reporting. You see how much revenue or how many leads came from retargeting compared with new audiences.
Mistakes to avoid
- Showing the same ad to the same people dozens of times a week.
- Retargeting everyone who landed on any page, including job seekers and bots.
- Forgetting to exclude customers who already bought.
- Using audiences that are too small, which leads to poor delivery.
- Building lookalikes from low-quality sources such as page likes.
Timing and cost factors
Retargeting needs traffic to work, so a new website may take several weeks to build useful audiences. Setup can usually be completed within a week if tracking is already in place. Service fees depend on how many platforms are involved, whether tracking needs to be fixed first and how many creative variations are needed. Ad spend is billed by each platform separately.
If your ads attract visitors who leave without acting, the ALLMAR Digital team can review your tracking and audiences and help you build retargeting and lookalike campaigns that bring them back.
Pertanyaan umumFAQ
Apa bedanya retargeting dan remarketing?
Keduanya merujuk pada konsep yang sama, yaitu menjangkau kembali orang yang pernah berinteraksi dengan bisnis Anda. Google memakai istilah remarketing, sedangkan istilah retargeting lebih umum di platform lain.
Apakah lookalike audience bisa dibuat tanpa data pelanggan?
Bisa memakai sumber lain seperti pengunjung situs atau orang yang berinteraksi dengan akun, tetapi hasilnya biasanya lebih relevan bila sumbernya adalah pembeli sungguhan.
Apakah retargeting melanggar privasi pengguna?
Retargeting diperbolehkan selama dilakukan sesuai kebijakan platform dan aturan pelindungan data, termasuk adanya kebijakan privasi yang jelas dan dasar pemrosesan data yang sah.
